Sakamaki Ayato (逆巻 アヤト) merupakan anak kelima dari Sakamaki bersaudara. Dia adalah anak kembar tiga bersama dengan Laito dan Kanato dan merupakan anak dari Cordelia, putri raja iblis dan istri pertama raja vampir Karlheinz.
Ayato dikenal
sebagai biang onar di Sakamaki mansion, pencari perhatian dan menyukai
perusakan. Dia memandang rendah, mengintimidasi dan sering menggoda
orang lain. Untuk menyebut "aku", dia berkata "ore-sama" yang memberikan
kesan bahwa dirinya lebih terhormat (seperti raja) daripada orang yang
dia ajak berbicara.
Ayato merupakan
tipikal orang yang memberontak. Dia selalu berbicara sesumbar tentang
dirinya dan menyuruh orang lain untuk memanggilnya "Ayato-sama" (yang
mulia Ayato). Makanan kesukaannya adalah Takoyaki, meskipun dia seorang
vampir yang senang memakan darah manusia, dia akan sangat marah jika
seseorang memakan makanan favoritnya.
Ayato adalah
orang narsis yang memiliki obsesi untuk menjadi orang yang terbaik, ini
karena dia memiliki masa lalu yang kelam dengan ibunya. Ayato merupakan
anak bungsu dari kembar tiga bersama Laito dan Kanato. Ibunya Cordelia
selalu menyiksanya ketika dia masih kecil. Tindakan Ayato saat ini
merupakan cerminan atas tindakan ibunya yang selalu memberikan hukuman
berat. Ini juga menjadi alasan bahwa sifat sombongnya berasal dari
Cordelia.
Ayato menggunakan
bahasa yang vulgar setiap saat. Dia akan menhina Cordelia meskipun dia
sudah meninggal. Dia juga memberikan julukan kepada saudara-saudaranya
seperti Kanato dengan sebutan "histeric" dan Reiji dengan sebutan "otaku alat meja". Dia cenderung arogan dan menyebut dirinya sebagai orang yang terkuat dan terhebat.
Namun dibalik itu
semua, Ayato mencintai olahraga. Dia menyukai permainan bola basket.
Ini karena Ayato menilai bahwa segala sesuatu itu baik jika memiliki
tujuan akhir yang harus dicapai, salah satunya adalah dalam bidang
olahraga.
Sepenggal Cerita Tentang Sakamaki Ayato
Ayato bersama
dengan Kanato dan Laito dibesarkan oleh Cordelia ketika mereka masih
kecil. Namun mereka bertiga digunakan sebagai pion oleh Cordelia karena
pada dasarnya Cordelia memang tidak ingin memiliki anak. Cordelia
mengabaikan dan menyiksa anak-anaknya yang menyebabkan mereka
mendapatkan efek negatif, salah satunya adalah efek sulit memahami dan
merasakan cinta.
Ayahnya Karlheinz memiliki istri lebih dari satu, Cordelia adalah istri pertama dan Beatrix
adalah istri kedua. Keadaan tersebut menyebabkan mereka berdua saling
bertarung untuk merebutkan tahta dengan menggunakan anak-anak mereka.
Ini menyebabkan Ayato menjadi saingan Shuu,
anak pertama Beatrix. Namun terdapat perbedaan yang kontras, jika Shuu
dibesarkan dengan kasih sayang, Ayato dibesarkan dengan pemukulan dan
penghinaan.
Cordelia terus
menggunakan Ayato untuk mendapatkan perhatian Karlheinz dengan
memaksanya untuk belajar dengan sangat baik dan bersaing dengan Shuu.
Cordelia percaya bahwa Ayato dapat mengalahkan Shuu dan menjadi ahli
waris.
Hukuman yang
sering diberikan oleh Cordelia adalah dengan sebuah tamparan,
dilemparkan ke pancuran air dan menyuruhnya untuk memikirkan tindakan
nakalnya.
Ayato pertama kali bertemu dengan Yui
di ruang tengah ketika dia sedang tertidur di sofa. Ayato mencoba untuk
menghisap darah Yui di ruang kelas, namun gagal. Namun setelah dia
berhasil, dia akan sering menghisapnya. Dia mengatakan bahwa darahnya
sangat manis dan merupakan darah terbaik yang pernah dia minum.
Ayato dan Yui
sering sekali beradu argumen. Dia juga sering mencoba untuk membuat Yui
cemburu dan mendorongnya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Ayato.
Dia memanggil Yui dengan sebutan "chichinashi" atau bisa juga berarti
"dada rata".
Namun, Yui
merupakan orang yang sangat berharga baginya. Mengingat dia tidak pernah
mengerti arti cinta semenjak ibunya selalu menghukumnya. Setelah
kemunculan Yui di rumah tersebut, dia mulai mengerti tentang hal
tersebut.
Pada awalnya,
Ayato hanya menganggap Yui sebagai makanan, objek bermain, dan bahkan
tidak menganggapnya sebagai seorang gadis. Namun setelah hubungan mereka
semakin erat, baik Ayato dan Yui mulai mengembangkan perasaan mereka
masing-masing, bahkan Ayato merasa bingung dengan munculnya perasaan
tersebut.
Sakamaki Ayato (逆巻 アヤト) merupakan anak kelima dari Sakamaki bersaudara. Dia adalah anak kembar tiga bersama dengan Laito dan Kanato dan merupakan anak dari Cordelia, putri raja iblis dan istri pertama raja vampir Karlheinz.
Ayato dikenal
sebagai biang onar di Sakamaki mansion, pencari perhatian dan menyukai
perusakan. Dia memandang rendah, mengintimidasi dan sering menggoda
orang lain. Untuk menyebut "aku", dia berkata "ore-sama" yang memberikan
kesan bahwa dirinya lebih terhormat (seperti raja) daripada orang yang
dia ajak berbicara.
Ayato merupakan
tipikal orang yang memberontak. Dia selalu berbicara sesumbar tentang
dirinya dan menyuruh orang lain untuk memanggilnya "Ayato-sama" (yang
mulia Ayato). Makanan kesukaannya adalah Takoyaki, meskipun dia seorang
vampir yang senang memakan darah manusia, dia akan sangat marah jika
seseorang memakan makanan favoritnya.
Ayato adalah
orang narsis yang memiliki obsesi untuk menjadi orang yang terbaik, ini
karena dia memiliki masa lalu yang kelam dengan ibunya. Ayato merupakan
anak bungsu dari kembar tiga bersama Laito dan Kanato. Ibunya Cordelia
selalu menyiksanya ketika dia masih kecil. Tindakan Ayato saat ini
merupakan cerminan atas tindakan ibunya yang selalu memberikan hukuman
berat. Ini juga menjadi alasan bahwa sifat sombongnya berasal dari
Cordelia.
Ayato menggunakan
bahasa yang vulgar setiap saat. Dia akan menhina Cordelia meskipun dia
sudah meninggal. Dia juga memberikan julukan kepada saudara-saudaranya
seperti Kanato dengan sebutan "histeric" dan Reiji dengan sebutan "otaku alat meja". Dia cenderung arogan dan menyebut dirinya sebagai orang yang terkuat dan terhebat.
Namun dibalik itu
semua, Ayato mencintai olahraga. Dia menyukai permainan bola basket.
Ini karena Ayato menilai bahwa segala sesuatu itu baik jika memiliki
tujuan akhir yang harus dicapai, salah satunya adalah dalam bidang
olahraga.
Sepenggal Cerita Tentang Sakamaki Ayato
Ayato bersama
dengan Kanato dan Laito dibesarkan oleh Cordelia ketika mereka masih
kecil. Namun mereka bertiga digunakan sebagai pion oleh Cordelia karena
pada dasarnya Cordelia memang tidak ingin memiliki anak. Cordelia
mengabaikan dan menyiksa anak-anaknya yang menyebabkan mereka
mendapatkan efek negatif, salah satunya adalah efek sulit memahami dan
merasakan cinta.
Ayahnya Karlheinz memiliki istri lebih dari satu, Cordelia adalah istri pertama dan Beatrix
adalah istri kedua. Keadaan tersebut menyebabkan mereka berdua saling
bertarung untuk merebutkan tahta dengan menggunakan anak-anak mereka.
Ini menyebabkan Ayato menjadi saingan Shuu,
anak pertama Beatrix. Namun terdapat perbedaan yang kontras, jika Shuu
dibesarkan dengan kasih sayang, Ayato dibesarkan dengan pemukulan dan
penghinaan.
Cordelia terus
menggunakan Ayato untuk mendapatkan perhatian Karlheinz dengan
memaksanya untuk belajar dengan sangat baik dan bersaing dengan Shuu.
Cordelia percaya bahwa Ayato dapat mengalahkan Shuu dan menjadi ahli
waris.
Hukuman yang
sering diberikan oleh Cordelia adalah dengan sebuah tamparan,
dilemparkan ke pancuran air dan menyuruhnya untuk memikirkan tindakan
nakalnya.
Ayato pertama kali bertemu dengan Yui
di ruang tengah ketika dia sedang tertidur di sofa. Ayato mencoba untuk
menghisap darah Yui di ruang kelas, namun gagal. Namun setelah dia
berhasil, dia akan sering menghisapnya. Dia mengatakan bahwa darahnya
sangat manis dan merupakan darah terbaik yang pernah dia minum.
Ayato dan Yui
sering sekali beradu argumen. Dia juga sering mencoba untuk membuat Yui
cemburu dan mendorongnya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Ayato.
Dia memanggil Yui dengan sebutan "chichinashi" atau bisa juga berarti
"dada rata".
Namun, Yui
merupakan orang yang sangat berharga baginya. Mengingat dia tidak pernah
mengerti arti cinta semenjak ibunya selalu menghukumnya. Setelah
kemunculan Yui di rumah tersebut, dia mulai mengerti tentang hal
tersebut.
Pada awalnya,
Ayato hanya menganggap Yui sebagai makanan, objek bermain, dan bahkan
tidak menganggapnya sebagai seorang gadis. Namun setelah hubungan mereka
semakin erat, baik Ayato dan Yui mulai mengembangkan perasaan mereka
masing-masing, bahkan Ayato merasa bingung dengan munculnya perasaan
tersebut.